Latest Entries »

~~ Hai ~~

Hai namaku Dini gua anak kelas 2 SMP di SLTP An-nissa jombang, aku mau kirim humor ke Ketawa.com

Kan gini, aku lagi main hantu – hantuan sama sahabatku tercinta jadi tanganku kayak vampir cina, terus aku hampir tabrakan sama pacar temenku, eh gak jadi, jadinya tabrakan sama orang yang aku suka yaitu Haris, aku seneng banget rasanya, apa lagi gara – gara tabrakan kaya orang pelukan, jadi tontonan anak kelas 3 lagi, udah gitu ada guru dalam hatiku

“Mampus gua ada guru..,!!” nah lolo anak orang di mampusin, gila deh pokonya, gak bisa dilupain!!!…

3 Hari kemudian gua diajak Haris ke tempat Pertemuan Penting Siswa yang gelap Banget gua kan takut gelap jadinya kelepasan meluk si Haris, tiba – tiba lampunya nyala dan sepi banget, gua dikasih bunga sma Haris itu tandanya Haris mau Nanya sama Gua
“Mau gak lo jadi pacar gua?” Karena gua juga suka sama dia jadi gua bilang “Oke gua terima tawaran lo!” dia gak percaya
“Sumpeh lo”
“Sumpah diatas Al-Qur’an” jawab gua dan dia langsung meluk gua juga cium bibir asmara dan ternyata tanpa sepengetahuan Haris guru-guru dan temen temen di satu sekolah termasuk Kepala Sekolah udah tau kalo kita mau ketemuan berdua, dan langsung aja aced Bilang

“Surpries… Selamet ya Haris and Dini semoga kalian bahagia”

Dan ternyata Haris juga udah bikin hadiah Khusus untuk gua berupa kalung Berlian seharga Rp 2.000.000,- dan cincin Berlian seharga Rp 15.000.000,- gua bilang,

“Thank you verymuch sayang” and Bu Ela selaku Kepala Sekolah memberikan sepasang kalung Feng Shui, aku dapet yang putih Haris yang item, sampe sekarang kita pacaran, dan cerita tadi menjadi sebuah Cerita Bersejarah lho!!!…

Salam dari Dini Good Bye…

Iklan

Mengapa Ayam Menyebrang Jalan? (menurut banyak Org dari politikus, ilmuan, orang sipiL Dll)

Berikut jawaban-jawaban mereka:
Roy Suryo:
Ini rekayasa, kalau saya teliti dari metadata ayam tersebut bahwa ayam itu telah mengalami modifikasi sedemikian rupa sehingga jadilah dalam tanda kutep ayam yang sempurna. Jadi bahwa ayam ini adalah rekayasa adalah bhenar bahwa 100% ini adalah rekayasa. (ribet ngomongnya sambil matanya jelalatan)

Guru TK :
Supaya sampai ke ujung jalan.

FBI:
Beri saya lima menit dengan ayam itu, saya akan tahu kenapa.

Aristoteles:
Karena merupakan sifat alami dari ayam.

Martin Luther King, Jr.:
Saya memimpikan suatu dunia yang membebaskan semua ayam menyeberang jalan tanpa mempertanyakan kenapa.

Freud:
Fakta bahwa kalian semua begitu peduli pada alasan ayam itu menunjukkan ketidaknyamanan seksual kalian yang tersembunyi.

George W Bush:
Kami tidak peduli kenapa ayam itu menyeberang! Kami cuma ingin tau apakah ayam itu ada di pihak kami atau tidak, apa dia bersama kami atau melawan kami. Tidak ada pihak tengah di sini!

Darwin:
Ayam telah melalui periode waktu yang luar biasa, telah melalui seleksi alam dengan cara tertentu dan secara alami tereliminasi dengan menyeberang jalan.

Einstein:
Apakah ayam itu menyeberang jalan atau jalan yang bergerak di bawah ayam itu, itu semua tergantung pada
sudut pandang kita sendiri.

Nelson Mandela:
Tidak akan pernah lagi ayam ditanyai kenapa menyeberang jalan! Dia adalah panutan yang akan saya bela sampai mati!

Thabo Mbeki:
Kita harus mencari tahu apakah memang benar ada kolerasi antara ayam dan jalan.

Isaac Newton:
Semua ayam di bumi ini kan menyeberang jalan secara tegak lurus dalam garis lurus yang tidak terbatas dalam kecepatan yang seragam, terkecuali jika ayam berhenti karena ada reaksi yang tidak seimbang dari arah berlawanan.

Programmer Oracle:
Tidak semua ayam dapat menyeberang jalan, maka dari itu perlu adanya interface untuk ayam yaitu nyeberangable, ayam-ayam yang ingin atau bisa menyeberang diharuskan untuk mengimplementasikan nya jadi di sini sudah jelas terlihat bahwa antara ayam dengan jalan sudah loosely coupled.

Sutiyoso:
Itu ayam pasti ingin naik busway.

Soeharto:
Ayam-ayam mana yang ndak nyebrang, tak gebuk semua! Kalo perlu ya dikebumiken saja.

Habibie:
Ayam menyeberang dikarenakan ada daya tarik gravitasi, dimana terjadi percepatan yang mengakibatkan sang ayam mengikuti rotasi dan berpindah ke seberang jalan.

Ariel:
Karena ingin menghapus jejakmu

Nia Dinata:
Pasti mau casting ‘30 Hari Mencari Ayam’ ya?

Desi Ratnasari:
No comment!

Dhani Ahmad:
Asal ayam itu mau poligami, saya rasa gak ada masalah mau nyebrang kemana juga…

Chinta Laura:
Ayam nyebrang jhalaan..? Karena gak ada owject…biecheeck. …

Julia Perez:
Memangnya kenapa kalo ayam itu menyeberang jalan? Karena sang jantan ada di sana !
Daripada sang betina sendirian di seberang sini, yaaahhhh dia kesana
laahh…
Cape khan pake alat bantu terus?

Roy Marten:
Ayam itu khan hanya binatang biasa, pasti bisa khilaf…
(sambil sesenggukan) .

Butet Kartaredjasa:
Lha ya jelas untuk menghindari grebekan kamtib to?

Megawati:
Ayamnya pasti ayam wong cilik. Dia jalan kaki toh?

Harmoko:
Berdasarkan petunjuk presiden

Gus Dur :
‘Kenapa ayam nyebrang jalan? Ngapain dipikirin? Gitu aja kok repot!’

Setelah proyek multimilyar dollar selesai, sang dirjen kedatangan tamu bule wakil dari HQ kantor pemenang tender. Udah 7 tahun di Jakarta jadi bisa cakap Indonesia.

Bule: “Pak, ada hadiah dari kami untuk bapak. Saya parkir dibawah mercy S 320.”

Dirjen : “Anda mau menyuap saya? ini apa-apaan? tender dah kelar kok. jangan gitu ya, bahaya tau haree genee ngasih-ngasih hadiah.”

Bule: “Tolonglah pak diterima. kalau gak, saya dianggap gagal membina relasi oleh kantor pusat.”

Dirjen: “Ah, jangan gitu dong. saya gak sudi!!”

Bule (mikir ): “Gini aja, pak. gimana kalau bapak beli saja mobilnya…”

Dirjen: “Mana saya ada uang beli mobil mahal gitu!!”

Bule menelpon kantor pusat.

Bule: “Saya ada solusi, Pak. bapak beli mobilnya dg harga rp.10.000,- saja.”

Dirjen: “Bener ya? OK, saya mau. jadi ini bukan suap. pake kwitansi ya..”

Bule: “Tentu, Pak..”

Bule menyiapkan dan menyerahkan kwitansi. dirjen membayar dengan uang 50 ribuan. mereka pun bersalaman.

Bule (sambil membuka dompet ): “Oh, maaf Pak. ini kembaliannya Rp.40.000,-.”

Dirjen: “Gak usah pakai kembalian segala. tolong kirim 4 mobil lagi ke rumah saya ya…”

Bule : @#$%^&**(

Yanto adalah seorang pembantu. Suatu siang, dia menlepon majikannya di kantor.

Yanto : “Halo bos, ini saya Yanto.”

Majikan : “Iya, To, ada apa telepon?”

Yanto : “Ah tidak apa-apa bos, saya cuma mau lapor sekalian minta maaf, waktu saya seterika tadi, Bos punya baju terbakar…”

Majikan yang sementara sibuk menjawab: “Sudahlah tong, biar saja! tidak apa-apa, nanti saya beli yang baru…”

Yanto : “Oh, Bos baik sekali, terima kasih!”

Majikan : “Halo tong, sepertinya ramai sekali dengan suara-suara di sebelah kamu ada dimana? Kamu telepon dari mana?”

Yanto : “Saya di wartel Bos…”

Majikan : “Kenapa tidak telepon dari rumah saja?”

Yanto : “Tidak bisa Bos, masalahnya rumah juga ikut terbakar dengan Bos punya baju yang saya lapor tadi itu…”

Majikan : “Apaaaaaaa…???!!”

Roy adalah penggemar berat si Dina. Suatu malam Roy memberanikan diri untuk mengajak Dina makan malam untuk merayakan diterimanya Roy bekerja di tempat yang baru. Roy menunggu untuk mencatat apa yang harus dipesannya, Dina belum dapat menentukan menu yang dikehendakinya. Ia justru masih sibuk mencocokkan daftar menu itu dengan buku diet yang tidak pernah lepas dari tas kecilnya.

“Hari ini aku harus makan makanan yang tidak lebih dari 300 kalori,” kata Dina. “Kalau aku pesan telur setengah matang, itu berarti 77 kalori. Lantas sepotong roti, 63 kalori, dan acar, 42 kalori. Lalu…”

“Pelayan!” panggil Roy kemudian.

“Ya! Apa saja pesanan bapak?”

“Dua gelas air putih, dan… itu saja